peka

hari demi hari kujalani
nampak tak ada yang berubah
namun setelah detik demi detik kukaji
aku tersadar aku melukai diriku sendiri

sebuah lubang besar
tersamar oleh senyum, canda, tawa
hanya karena aku yang tak pernah sadar
yang sama sekali tak peka

ketakutan membungkam suaraku
ketidakjelasan membutakan mataku
kelaliman menjerat sikapku
amarah memadamkan kepekaanku

aku tersadar, terbelalak mataku
akulah alasan semua ini
akulah sebab semua ini
akulah pelaku semua ini

andaikan saja aku sedikit mengerti
bulan kembar itu, menjadi sendirian
senyum kembar itu, menjadi kesepian
saat lagu chicago melantun, aku termenung

kita seperti benda dihadapan cermin
angka 5 yang bercermin menjadi 2
bintang yang bercermin menjadi ceria
namun tak bisa menyatu

kata orang
penyesalan memang selalu datang diakhir
aku menyesal
apakah ini akhirnya ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s