Merokok ? Pilihan !

Dewasa ini, jumlah perokok aktif semakin tinggi, tentu secara tidak langsung berdampak pada penambahan jumlah perokok pasif. Bagi saya, merokok itu hak semua orang, dalam artian anda mau merokok, ya silahkan saja asal tidak merebut hak orang lain untuk mendapat udara bersih. Setiap orang memiliki pilihannya sendiri, termasuk hak untuk merokok dan merusak dirinya sendiri, di sisi lain kami sebagai perokok pasif juga seharusnya memiliki pilihan untuk mendapatkan udara bersih yang bebas dari asap rokok untuk kami hirup. Bagi saya, semuanya kembali pada rasa saling menghargai satu sama lain sebagai mahluk yang membutuhkan oksigen dalam udara untuk bernafas, bukan racun.

Saling menghargai.

Para perokok aktif, memiliki argumennya sendiri tentang hal ini. Mereka bertingkah seperti orang yang haknya direbut oleh khalayak luas karena menentang kegiatan merokok mereka. Pada dasarnya, mereka merasa hak mereka untuk merokok direbut dengan alasan saling menghargai tadi, padahal mereka merasa tidak dihargai karena haknya untuk merokok seolah-olah dicabut. Nyatanya, merekalah yang mencabut hak kami para perokok pasif untuk mendapat udara yang bebas dari polusi asap rokok.

Dari sisi perokok pasif, sudah jelas bahwa hak kami dirampas di siang bolong, pasalnya perampasan ini terjadi namun seolah-olah tak terjadi apa-apa karena tidak adanya perlawanan nyata yang mampu dilakukan pihak perokok pasif terkait sikap kompromi yang lazim terjadi diantara kalangan perokok pasif dengan alasan terpapar asap rokok sekali-kali tidak akan berdampak apa-apa. Apakah benar ? Sayangnya tidak, setiap asap rokok yang kita hirup meninggalkan bekas di paru-paru kita dan akan terus terakumulasi seumur paru-paru kita hidup, ingat bukan selama kita hidup.

Namun pihak perokok aktif tak kekurangan akal, mereka memiliki argumen-argumen pendek yang kesannya memenangkan pihak perokok aktif, namun semuanya dapat ditangkis dengan baik secara logis oleh perokok pasif, misalnya

  • Rokok kan katanya setan, setan memang harus dibakar !”

    • Benar dibakar, tetapi jangan dihisap.

  • Tiga persen orang di dunia mati karena merokok. Sisanya mati karena tidak merokok ?”

    • Namun riset menunjukkan tiga persen tersebut waktu hidupnya lebih pendek dari sisanya.

  • Umur urusan Tuhan, tidak ada hubungannya dengan merokok.”

    • Itu umur anda. Saya masih mau mengisi umur saya dengan sehat, tidak sakit-sakitan karena terpapar asap rokok.

Menurut saya, tidak akan mungkin ada seorang remaja memulai batang rokok pertamanya tanpa ada pemicunya. Saya pribadi tertarik mencoba untuk merokok karena melihat ayah saya yang saat itu merupakan perokok aktif, untungnya sekarang telah beralih menjadi yang pasif. Lalu benar saja, saya sempat menjadi perokok aktif. Namun hari ini saya melepas kebiasaan merokok saya dengan satu alasan kuat : saya tidak mau menjadi alasan utama mengapa anak saya kelak mencoba rokok. Seorang pencuri, tentu tidak berharap anaknya akan menjadi pencuri juga, saya harap kaum perokok aktif juga tidak berharap anaknya kelak menjadi perokok aktif.

Sebagian teman saya yang merupakan perokok aktif, banyak berkata seperti ini : saat nanti sudah berkeluarga, saya akan berhenti merokok. Sayangnya, saya sendiri kurang setuju dengan pernyataan ini. Kita semua tahu, bahwa rokok bersifat adiktif, dan semakin lama orang merokok, tentu semakin adiktif rokok tersebut bagi pecandunya. Saya berargumen, bagaimana bila sampai anda (perokok aktif) menikah, anda masih tidak bisa melepas rokok dari jari anda ? Jangan bilang tidak mungkin, karena banyak bukti nyata yang tidak bisa lepas dari rokok semenjak masa mudanya. Apa anda rela meracuni belahan hati anda ? Apa anda rela membunuh perlahan keturunan anda ? Apa anda rela mewariskan kebiasaan merokok pada anak anda ?

Silahkan ditimbang sendiri, bila dirasa anda rela, ya silahkan teruskan kegiatan merokok anda dan teruslah membunuh perlahan diri anda dan lingkungan anda. Namun bila dirasa tidak rela, anda belum terlambat untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut. Mulailah dengan mengurangi “dosis” rokok anda, dan teguhkan mengapa anda ingin berhenti merokok. Mari bersama “bersih-bersih” udara lingkungan kita bersama, sehingga tidak ada lagi orang tak berdosa yang kita perpendek umurnya.

Christopher Chandra

16015160

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s