clockwise

waktuku terus melaju
lembaran hariku makin menipis
suaraku perlahan hilang
langkahku melemah lunglai

kukira waktu tak pernah adil
ia berlalu begitu cepat saat ramai
namun hampir tak bergerak saat sunyi
kukira waktu memang kejam

waktu berlalu
tinta cerita hidupku memudar
tertetes air mata saat ku menulis
menulis kisah cintaku yang kian kelabu

tak selalu kelabu
satu orang mewarnai pelangiku
namun akhirnya lubang legam
lubang keraguanku

maafkan aku
waktu telah kehabisan detiknya
semut telah kehabisan lumbung
mungkin kau, telah kehabisan kesabaran

aku yang tak bisa
berlari dengan iramamu
menari dalam tempomu
bermusik selaras ritmemu

waktu akan menunjukkan padamu
entah aku terlambat
atau aku tak mampu
berada diam di sisimu

waktu itu bijak
kala senang
kala sedih
ia terus melangkah maju

aku iri padanya
hanya tak bisa terus melangkah
hanya tak bisa sebijak waktu
terus melangkah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s