pulang (2)

kian berat ia memompa
memompa harapan-harapan kecil
memompa kehidupan ke seluruh masa
melewati pipa-pipa kecil memar
melalui hambatan membatu
memaksa mengalir sempit

semakin hari sakitku menjadi lagi
seonggok rasa di jantung
berdegup tak karuan
perlahan tertidur
tertekan
hampa

pulang, pulang
pulang, pulang

menulis tintaku habis
membaca alurku kabur

melintas, tersadar
memang kau setangkai bungaku
berbagai warna kau tebar bebas
hingga hitamku tak lagi pekat

namun, bungaku layu
warnamu sekejap
indahmu tak lama
fana

pulang, pulang
pulang, pulang

menghitung hariku gugup
mengkayuh sisa waktuku lemas

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s