ahok ?

Tulisan ini murni opini, mohon koreksi bila salah. Belakangan ini, banyak sekali yang memberitakan tentang kasusnya Pak Gubernur DKI Jakarta alias Ahok. Entah tentang Sumber Waras, entah KPK BPK dan kawan sebangsanya macem Haji Lulung dan kawan-kawan. Lucu terkadang bila membaca atau mendengar kabar tentang Ahok ini. Saya menulis secara objektif bukan karena unsur SARA atau apapun.

Saya terkadang bingung, mengapa koruptor begitu rakusnya. Sudah cukuplah korupsi dibelakang, sekarang ada Ahok yang menentang dan membersihkan, kalau saya di posisi koruptor, saya akan iya iya saja dan tak akan melawan. Lucunya, mereka melawan Ahok dan alhasil nama mereka muncul ke permukaan berita. Disorot masyarakat banyak, ditinjau berbagai macam lembaga, sampai ternyata kasus korupsi terdahulunya terungkap dan ditangkap. Ironi, tadinya mau menyerang malah “menyerahkan diri”.

Terkait majunya Ahok dalam pilkada 2017 juga menjadi polemik panjang. Banyak sekali lawannya, dari Yusril sampai tokoh baru : Ratna Sarumpaet (budayawan) dan Ahmad Dhani (musisi). Berkata tentang kejinya mulut Ahok, kerasnya ia memimpin, kesannya tak berakal sehat menggusur yang sudah ditinggali sekian generasi. Diprotesnya ia maju independen, diprotesnya ia sebagai pemimpin non-pribumi dan non-Islam. Dilawan oleh ormas-ormas tertentu yang mengedepankan agama namun tak memiliki integritas. Sungguh lucu.

Hari ini pemberitaan marak antara Ahok dan hasil audit BPK yang menurut Ahok pribadi adalah kesalahan. Saat Ahok diperiksa KPK kemarin 12 jam, Lulung bersuara bahwa Ahok akan keluar dengan mengenakan jaket oranye KPK (tersangka). Namun nyatanya, Ahok keluar KPK masih menggunakan kemeja batik berlengan panjang. Keluar dari gedung KPK, Ahok menyatakan bahwa laporan BPK itu salah dan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya – video tentangnya diupload di Youtube – lucunya lagi, Lulung berjanji akan memotong kupingnya bila Ahok memperkarakan tentang hasil Audit BPK ini.

Ditambah hari ini, saya melihat video dari salah seorang auditor BPK yang isinya menantang Ahok. Dengan mengucapkan doa di awal, mengatakan mulut Ahok kotor, namun berkata “bangsat” juga. Yang menyebut CSR itu Customer Service Relationship bukannya Corporate Social Responsibility. Mengatakan Ahok ini orang asing, padahal menurut pengetahuan sejarah saya yang minim, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan, China sana, jadi siapa yang lebih pribumi ? Mengatakan bersedia menggantung Ahok di Monas, menyatakan ada audit 2005 yang katanya tidak jelas atau apalah itu terkait menjual aset. Semoga dengan meng-upload video ini, muka bapak auditor bisa sampai ke Ahok untuk dijawab semua pertanyaannya.

Membingungkan sekali, apa hanya karena Ahok ini kelompok minoritas ? Apa karena ia membawa kebenaran ? Apa tidak ? Tidak ada yang tau. Yang kita tau hari ini, selama sekian tahun Gubernur sebelumnya memimpin belum ada yang membereskan Jakarta sedemikian rupa hingga dicecar oleh semua pihak. Semoga yang menang adalah yang amanah, yang jujur, yang terbuka atas segala sesuatunya.

Sedikit banyak, Bandung juga mungkin ada saatnya membutuhkan seorang yang keras seperti Ahok, mungkin lama-lama seluruh Indonesia membutuhkan sosok yang berdiri demi kebenaran konstitusi negara Republik Indonesia.

Christopher Chandra

16 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s