tenun

kainku koyak
diam-diam aku gigih
menenun kainku seorang

sutraku rusak
sendiri aku mencoba
mengembalikannya ke asal

dibilangnya aku bodoh
aku tolol
aku dangkal

senyap-senyap ku bertekun
memulihkan karyaku binasa
memulangkan citra pokok

belum usai tanganku menenun
kulihat kain lain dipakainya
dengan bangga, nyaman, mewah

mata tak lagi mampu berair
hati tak lagi mampu bersedih
kasih tak lagi mampu meredup

sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s