Hunger Games

klik isi/ubah rencana studi. antrian. lolos antrian. halaman kasus. repeat.

Sebagai mahasiswa yang baru naik tingkat ke tingkat 2 di ITB, tentu “Hunger Games” menjadi topik utama yang sering sekali dibicarakan antar mahasiswa. Hunger Games sendiri sebenarnya hanya sebuah sebutan saja untuk momen pengisian FRS (Form Rencana Studi) -cmiiw- secara online dimulai jam 12 malam.

Mengapa ? Karena pengisian seluruh FRS mahasiswa ITB kecuali TPB dilakukan secara online pada hari yang sama ini. Rebutan. Karena memang ada beberapa mata kuliah wajib pilihan yang harus diambil oleh mahasiswa guna memenuhi beban 144 sks. Misalnya, ITB mewajibkan mata kuliah agama. Matkul agama ini dapat diambil oleh tingkat 2, 3, dan 4. Sehingga perebutan kursi (yang hanya 3 kelas tersedia) menjadi sengit karena tidak hanya beradu dengan sesama tingkat 2, namun juga dengan tingkat 3 dan 4 yang belum mengambil matkul agama.

Sayangnya, sebagai mahasiswa yang baru naik tingkat dan menemukan bahwa Hunger Games ini adalah hal baru, saya kurang memerhatikan beberapa hal. Saya rasa telah mengecek laman “Display Status Mahasiswa” dan tidak ada kasus apapun. Namun, 30 menit menuju gerbang Hunger Games dibuka, isi halaman tersebut berubah menjadi “berkasus”.

Sepele, kasus yang dimaksud adalah kasus perpustakaan – ya, saya ingat ada satu buku yang belum saya kembalikan ke perpustakaan. Hanya karena hal sepele itu saja, saya tidak bisa mengisi FRS untuk semester 3 dan merasakan vibe Hunger Games. Sudah sibuk menyocokkan jadwal dengan teman, sibuk mencari info, tapi saat menjelang eksekusi ada batu kecil yang menyandung menuju jurang sehingga memakan waktu lagi.

Bukan sebentar mengantri, sudah coba cara ini-itu untuk mengantri, namun setelah lolos dari antrian malah disuguhkan halaman kasus. Bahkan ada teman saya yang tidak memiliki kasus apapun, namun ditulis ada kasus dan tidak dapat mengisi FRS dan memilih kelas yang diinginkan. Pada kasus saya, tentu semuanya murni kesalahan saya. Namun pada kasus teman saya ini, ya tidak adil.

ITB oh ITB. Untuk mendapatkan mata kuliah saja harus berebut, harus mengantri.

Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s