sepertimu

sungguh cepat detik memburu
lekas sungguh detak mengejar

ajari aku menikmati
setiap detak detik
waktu fanaku ini
bersamamu

yakinkan aku bersyukur atasmu
teguhkan aku berlega hati atas kita

ajari aku mencintai
setiap angan kenangan
sulaman lestariku ini
untukmu

cintamu sungguh tak beralas padaku
ajari aku sepertimu

tenun

kainku koyak
diam-diam aku gigih
menenun kainku seorang

sutraku rusak
sendiri aku mencoba
mengembalikannya ke asal

dibilangnya aku bodoh
aku tolol
aku dangkal

senyap-senyap ku bertekun
memulihkan karyaku binasa
memulangkan citra pokok

belum usai tanganku menenun
kulihat kain lain dipakainya
dengan bangga, nyaman, mewah

mata tak lagi mampu berair
hati tak lagi mampu bersedih
kasih tak lagi mampu meredup

sekian.

bukan

segalanya bukan tentang siapa
bukan apa
bukan mengapa
namun bagaimana

telah moksa dari cengkraman
aku terikat sulur lain
terenyuh dalam lautan sukma layu
terlena ombak fana dalam

dua jiwa mengayut dalam ilusi
gorilya merampas hampa
aku dirundungnya
hingga lepas borgol antar insan

tergantung taksa
melaju tak sampai
mundur ku tak pasti
diam pun resah

topik usaha
tentang bagaimana
manifestasi sentimen
bentuk rigid afeksi